RADARTANGSEL – Ledakan hebat melanda Dusun Tegalrejo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Minggu (19/2) malam.
Pada peristiwa tersebut, aparat dari Polres Blitar dilaporkan menemukan potongan tubuh manusia di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Ahmad Rochan mengatakan, di dalam rumah yang meledak tersebut diketahui terdapat empat orang pada saat kejadian.
Keempatnya yakni pemilik rumah bernama Darman, kmudian ada Arifin (30), Deni Widodo (26), keduanya anak dari Darman, dan yang keempat adalah Wawa (adik ipar Arifin).
“Satu jenazah diidentifiikasi atas nama Darman, sedangkan lainnya berupa potongan anggota tubuh dan masih diidentifikasi,” kata Ahmad kepada wartawan di Blitar, Senin (20/2).
Menurut Ahmad, tim masih melakukan identifikasi pada temuan potongan anggota tubuh yang saat ini sudah diamankan dan dibawa ke rumah sakit terdekat.
Ahmad menjelaskan, ledakan di rumah Darman itu mengakibatkan kerusakan hingga radius 100 meter dari lokasi kejadian.
Ledakan itu berasal dari bahan pembuatan petasan atau mercon yang tersimpan dalam rumah.
Selain empat korban, terdapat delapan orang warga lainnya yang mengalami luka-luka.
Mayoritas mereka tergores karena tertimpa reruntuhan atap atau plafon rumah. Mereka kini sudah mendapatkan perawatan tim medis.
Belasan Rumah Rusak
Ledakan itu juga mengakibatkan kerusakan bangunan. Setidaknya terdapat 15 rumah warga di sekitar lokasi kejadian rusak bagian tembok dan atapnya. Kerusakannya juga cukup parah.
Sementara, warga sekitar bernama Imam Syafii mengatakan, ledakan yang menghantam rumah Darman itu cukup dahsyat.
Menurut Iman, dirinya sempat melihat kilatan warna kuning dari luar rumah disusul suara ledakan cukup keras.
“Saya keluar rumah dan melihat rumah Pak Darman sudah hancur dan terdapat asap,” kata Imam.
Sementara itu, warga lainnya bernama Juni Arifin mengatakan, Darman adalah seorang buruh tani dan marbot Masjid An Nur Dusun Tegalrejo, Desa Karangbendo.
“Kebiasaan setiap tahun menjelang puasa bersama dengan anaknya membuat mercon (petasan) untuk disulut sendiri,” kata Juni yang juga tetangga Darman.
Polisi pun hingga kini masih berjaga menunggu proses olah TKP olah tim terkait dan warga yang tidak berkepentingan dilarang mendekat.
