RADARTANGSEL– Kapolresta Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Kombes Pol Roberto Pasaribu menerima kedatangan pengurus Da’i Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Bandara Soetta dalam rangka audensi dan berdiskusi mengenai seputar program kerja, Kamis (16/2).
Acara yang diadakan di ruang kerja Kapolresta ini dihadiri oleh beberapa tokoh Da’i Kamtibmas antara lain KH Jaya Sukmana selaku penasihat, Ketua Da’i Kamtibmas Ustaz Murdini, Wakil Ketua Ustaz Hafidz Mubarok, Sekretaris Ustaz Abdul Gafur, dan Bendahara Ustaz Tohirin.
Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol Roberto Pasaribu bersama Da’i Kamtibmas Bandara Soetta (Foto Istimewa)Kasat Binmas Polresta Bandara Soetta Kompol R Sigit Kumono mengatakan, Da’i Kamtibmas maupun jajaran Polresta Bandara Soetta bersepakat untuk terus menjaga silaturahmi dan selalu menebarkan kebaikan kepada masyarakat.
Menurut Sigit, dalam pertemuan itu juga membahas bagaimana meningkatkan hubungan antar sesama dan melakukan pemberdayaan terhadap anggota Da’i Kamtibmas.
“Juga telah disepakati bersama Bapak Kapolresta, untuk para Da’i Kamtibmas akan melaksanakan program kultum setiap Rabu pada apel pagi anggota di jajaran Polresta Bandara Soetta, sebagai pemberdayaan anggota Da’i Kamtibmas,” ungkapnya.
Program Kapolri
Sementara itu, Kapolresta juga menyampaikan bahwa Da’i Kamtibmas ini adalah program Kapolri yang telah dijabarkan oleh Kapolda Metro Jaya semenjak tahun 2021, bertujuan untuk membangun pendekatan yang lebih humanis.
Membangun komunikasi dengan umat dengan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat dan juga pelibatan tokoh agama mempunyai peran yang penting dalam sosialisasi dan edukasi.
Sehingga, kata Roberto, bisa menjadi pendorong dan teladan untuk masyarakat dapat mematuhi aturan dan norma yang berlaku sehingga membantu tugas-tugas Kepolisian di wilayah.
“Termasuk terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jasa bandara dan menjadikan wilayah Bandara Soetta sebagai rumah bersama,” terang Roberto.
Roberto menambahkan bahwa menebar kebaikan, menghindari kebencian atau hal-hal negatif lainnya adalah hal yang utama dalam menata hubungan di masyarakat.
“Kita perlu selalu menebarkan kebaikan dan memperbaiki hubungan dengan yang di atas (Allah),” pungkas mantan Dirkrimsus Polda Deerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut.
