TANGSELXPRESS – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher angkat suara tentang pengamanan yang dilakukan oleh aparat kepolisian saat mengamankan unjuk rasa warga di Pulau Rempang, Batam, pada Kamis (7/9).
Netty mendesak Kapolri untuk segera bertanggung jawab atas buruknya manajemen penggunaan gas air mata yang mengenai banyak siswa sekolah saat sedang menimba ilmu di tengah aksi unjuk rasa warga di Pulau Rempang itu.
“Kapolri harus bertanggung jawab dan tegas mengevaluasi manajemen penggunaan gas air mata oleh aparat dalam menangani unjuk rasa. Apakah SOP penggunaannya tidak mempertimbangkan keberadaan anak-anak dan lingkungan sekolah? Kenapa aparat bisa sembrono begitu hingga asapnya mengenai siswa-siswa sekolah,” kata Netty dalam keterangan yang diterima, Jumat (8/9).
Berdasarkan liputan video yang beredar di media sosial, terlihat sebuah sekolah dipenuhi kepulan asap gas air mata dan tampak siswa-siswa sekolah menangis ketakutan saat terjadi bentrokan antara warga dan aparat pada Kamis, 7 September 23, di Pulau Rempang, Batam.
“Tidak hanya itu, bahkan belasan murid SMP Negeri 22 Tanjung Kertang, Rempang, pingsan dan lemas terkena gas air mata yang ditembakkan kepolisian saat bentrokan,” jelasnya.
Artikel Insiden Gas Air Mata di Rempang Bikin Siswa Pingsan, Kapolri Harus Tanggung Jawab dan Evaluasi Aparat pertama kali tampil pada tangselxpress.com.






