TANGSELXPRESS – Kota Garut, Jawa Barat geger. Ini menyusul kabar tentang kondisi jenazah Siti Fatimah, korban pembunuhan berantai oleh Wowon bersama kelompoknya di Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang masih utuh setelah dibongkar dari dalam kubur.
Indrawienny mengungkapkan, jenazah terbungkus rapi dan dilapisi plastik karena saat kejadian masih dalam kondisi pandemi COVID-19. Sehingga saat pemakaman Siti Fatimah dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes).
“Korban meninggal saat ramainya pandemi COVID-19. Jadi masih utuh, kami belum buka di sini, tapi di Rumah Sakit Polri,” kata Indrawienny didampingi Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro saat jumpa pers terkait kasus pembunuhan berantai Wowon di Markas Polres Garut, Selasa (24/1).
Makam Siti Fatimah kembali dibongkar kemudian jasadnya dibawa oleh Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk dilakukan autopsi di Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur.
“Hari ini kami melaksanakan ekshumasi atau pembongkaran makam dari korban atas nama Siti Fatimah di daerah Pakenjeng. Ini dilakukan untuk mengecek jenazah, penyebab kematian dan memastikan jenazah itu adalah korban atas nama Siti Fatimah,” katanya.
Selain memeriksa kondisi jenazah tenaga kerja wanita (TKW) itu, polisi juga melakukan pengambilan sampel DNA pembanding dari anak kandung dan adik kandung korban.
Artikel Garut Geger, Jenazah Korban Pembunuhan Wowon Masih Utuh pertama kali tampil pada tangselxpress.com.






