RADARTANGSEL – Kasus bentrokan berdarah di Depok yang menimbulkan satu orang tewas pada Sabtu (11/2) kemarin, terus bergulir.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pada kasus tersebut pihaknya menetapkan tujuh orang sebagai tersangka.
“Dari hasil penyidikan ada tujuh orang sebagai tersangka dari 14 orang yang kami amankan, ” kata Trunoyudo saat konferensi pers di Jakarta, Senin (13/2).
Trunoyudo menjelaskan, ada sejumlah barang bukti yang telah dilakukan penyitaan dari para tersangka.
“Enam buah senjata tajam berbentuk celurit, dua buah pisau panjang, satu buah kursi, dan sejumlah kaos bernoda darah,” beber Trunoyudo.
Trunoyudo mengungkapkan, motif bentrok antar dua kelompok terkait urusan bisnis yakni utang piutang yang sebenarnya bisa diselesaikan secara persuasif sehingga tetap berjalan aman.
Trunoyudo menjelaskan, para tersangka memiliki peran yang berbeda-beda dalam kasus penganiayaan tersebut.
“Pertama, inisial NJ berperan melukai korban dengan menggunakan senjata tajam sehingga mengakibatkan korban MSL tewas,” katanya.
Tersangka kedua inisial ML yang berperan memiliki masalah pribadi dengan korban berinisial L.
Kemudian tersangka ketiga SAL yang berperan memukul salah satu korban yakni R.
“Keempat berinisial SAH berperan membawa senjata tajam dan juga melakukan penganiayaan kepada R,” urainya.
Trunoyudo menambahkan, tersangka kelima adalah AD yang berperan menganiaya dengan kursi terhadap korban berinisial I.
Kemudian tersangka yang keenam inisial BU melakukan pemukulan terhadap korban I.
“Ketujuh tersangka berinisial RR melakukan pemukulan terhadap I,” tandas Trunoyudo.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengamankan 14 orang diduga menjadi pemicu bentrok hingga jatuh korban tewas, pria berinisial MSL pada Sabtu (11/2) siang pukul 14.30 WIB di perumahan kawasan Sukatani, Tapos, Depok.
Sebanyak 14 orang tersebut berinisial ML, EP, AD, HN, NJ, RR, AL, BU, HAR, SB, SAL, ABR, SH, dan SAH yang akan dimintai keterangan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Sedangkan dari peristiwa tersebut menimbulkan empat korban yakni MSL yang tewas, L, I dan R mengalami luka-luka.

