TANGSELXPRESS- Dalam ajang debat kedua yang menghadirkan tiga calon wakil Presiden (Cawapres), yaitu Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka dan Mahfud MD, di antaranya mengangkat tema tentang infrastruktur dan kota.
Dari ketiga cawapres tersebut dinilai tidak satupun yang membahas mengenai infrastruktur secara konkret.
Menyikapi hal ini, Dr. Phil., Ir. Rino Wicaksono, ST, MArchUD, MURP, pakar pembangunan wilayah dan tata kota yang juga Caleg DPR RI Partai NasDem dari Dapil Banten III (Kota Tangsel, Kota Tangerang dan Tangerang Kabupaten) dengan nomor urut 4 itu, punya pemaparan yang apik dan menarik. Berikut penjelasannya.
1. Soal infrastruktur tidak dibahas oleh ketiga cawapres, bagaimana pandangan Anda terhadap hal tersebut?
Berbicara pembangunan wilayah, khususnya kota dan perkotaan tidak lepas dari sarana dan prasarananya.
Prasarana biasa dipahami sebagai infrastruktur dasar, antara lain seperti jalan, rel, drainase, trotoar, air bersih, limbah cair, limbah padat/ sampah, internet dan energi listrik.
Sedangkan sarana sering dipahami sebagai infrastruktur sosial budaya dan ekonomi, antara lain seperti seperti rumah sakit, sekolah, kecamatan, kantor polisi, gedung pameran, perpustakaan, bus, halte, kereta dan stasiun.
Dalam ilmu penataan ruang, sarana dan prasara disebut sebagai struktur ruang.
Suka tidak suka para pemimpin nasional harus paham akan kebutuhan infrastruktur minimal dari sebuah wilayah dan diharapkan dapat lebih dielaborasi dalam debat berikutnya.
2. Isu pembangunan 40 kota setara Jakarta dibahas salah satu cawapres yaitu Muhaimin Iskandar dalam debat kemarin, bagaimana Pak Rino melihat itu sebagai pakar pembangunan wilayah dan tata kota?
Yang dimaksudkan sudah pasti bukan membangun 40 kota baru di tanah kosong, tetapi melakukan revitalisasi kota dengan cara meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan 40 kota terpadat di Indonesia dengan benchmark Jakarta. Kalau saya malah sebaiknya menggunakan Singapore, Vienna, Tokyo, Chiba, Dubai dan Copenhagen sekalian sebagai benchmark, karena kota-kota tersebut sudah menerapkan kota cerdas, kota sehat, kota hijau, kota berkualitas dan kota berkelanjutan.
Artikel Rino Wicaksono Paparkan Ide Pembangunan 40 Kota Setara Jakarta Gagasan Gus Muhaimin pertama kali tampil pada tangselxpress.com.
