RADARTANGSEL – Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, dilanda kebakaran hebat pada Jumat (3/3) malam.
Pada peristiwa itu, belasan orang dilaporkan tewas serta seribu lebih warga harus mengungsi di tempat aman.
Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio mendorong Polri dan BPN menyelidiki legalitas tanah di sekitar Depo Pertamina Plumpang yang dipadati oleh rumah penduduk.
Andi menyebut, Polri dan BPN perlu menyelidiki tanah itu telah sesuai dengan prosedur peruntukannya atau justru terjadi pemalsuan jual beli tanah di wilayah tersebut.
“Seharusnya, zona steril di sekitar Depo Pertamina dalam radius sekian meter, tapi mengapa ada rumah penduduk di sekitar depo? Tentunya, ini menjadi tanda tanya besar,” ujar Andi dalam keterangannya, Minggu (5/3).
Lebih jauh, Andi meminta kepada aparat kepolisian untuk melakukan investigasi secara menyeluruh terkait dengan penyebab peristiwa kebakaran tersebut.
“Saya prihatin dan sedih dengan banyaknya korban jiwa. Kepolisian harus mengusut tuntas peristiwa tersebut apakah karena kesalahan teknis atau human error (kesalahan manusia), tegas Andi.
Selain itu, Andi juga mendorong Pertamina memastikan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) usai terjadinya ledakan di Depo Pertamina Plumpang untuk menghindari kelangkaan.
“Pastikan stok BBM aman dan Pertamina harus dapat melihat dampak pasca-ledakan depo terhadap lingkungan sekitar, apakah masih ada zat berbahaya dan mempengaruhi kesehatan warga sekitar,” ujar dia.
Sebelumnya, Danramil 01 Koja Mayor Infantri Ikhwan mengatakan, data terbaru dari Posko Tanggap Darurat Koramil ada 19 orang dilaporkan meninggal dunia.
“14 orang dewasa dan lima anak-anak,” kata Ikhwan di Jakarta Utara, Minggu (5/3).
Ikhwan menjelaskan, selain 19 yang meninggal dunia ada tiga anak berusia belasan tahun masih dalam pencarian.
Tiga anak tersebut dinyatakan hilang akibat terpisah dari orang tuanya saat menyelamatkan diri.
“Diketahui anak mereka saat itu tengah mengaji di TPA yang lokasinya berdekatan dengan meledaknya Depo Pertamina Plumpang,” terangnya.